(kisah nyata) Kisah Mengharukan Anak Amerika Yang Masuk Islam

Di posting oleh Linduaji pada 01:16 PM, 09-Dec-11

Di: buku islam

ini foto2nya gan biar gak dibilang hoax.







Kisah spiritual anak
amerika yang memeluk
islam hanya karena dia
baca mengenai buku
Islam, setelah
sebelumnya orang tuanya memberinya
semua buku semua
agama yang ada di dunia,
Orang tua mutusin agar
anaknya sendiri yang
memilih agamanya. Rasulullah saw
bersabda: ”Setiap bayi
yang dilahirkan dalam
keadaan fitrah. Maka
kedua orang tuanyalah
yang menjadikannya Yahudi, atau Nasrani,
atau Majusi.” (HR.
Bukhari)
Kisah bocah Amerika ini
tidak lain adalah sebuah
bukti yang membenarkan hadits tersebut di atas.
Alexander Pertz
dilahirkan dari kedua
orang tua Nasrani pada
tahun 1990 M. Sejak awal
ibunya telah memutuskan untuk membiarkannya
memilih agamanya jauh
dari pengaruh keluarga
atau masyarakat. Begitu
dia bisa membaca dan
menulis maka ibunya menghadirkan untuknya
buku-buku agama dari
seluruh agama, baik
agama langit atau agama
bumi. Setelah membaca
dengan mendalam, Alexander memutuskan
untuk menjadi seorang
muslim. Padahal ia tak
pernah bertemu muslim
seorangpun.
Dia sangat cinta dengan agama ini sampai pada
tingkatan dia
mempelajari sholat, dan
mengerti banyak hukum-
hukum syar’i, membaca
sejarah Islam, mempelajari banyak
kalimat bahasa Arab,
menghafal sebagian
surat, dan belajar adzan.
Semua itu tanpa bertemu
dengan seorang muslimpun. Berdasarkan
bacaan-bacaan tersebut
dia memutuskan untuk
mengganti namanya yaitu
Muhammad ’Abdullah,
dengan tujuan agar mendapatkan
keberkahan Rasulullah
saw yang dia cintai sejak
masih kecil.
Salah seorang wartawan
muslim menemuinya dan bertanya pada bocah
tersebut. Namun,
sebelum wartawan
tersebut bertanya
kepadanya, bocah
tersebut bertanya kepada wartawan itu,
”Apakah engkau seorang
yang hafal Al Quran ?”
Wartawan itu berkata:
”Tidak”. Namun sang
wartawan dapat merasakan kekecewaan
anak itu atas
jawabannya.
Bocah itu kembali
berkata , ”Akan tetapi
engkau adalah seorang muslim, dan mengerti
bahasa Arab, bukankah
demikian ?”. Dia
menghujani wartawan itu
dengan banyak
pertanyaan. ”Apakah engkau telah menunaikan
ibadah haji ? Apakah
engkau telah menunaikan
’umrah ? Bagaimana
engkau bisa
mendapatkan pakaian ihram ? Apakah pakaian
ihram tersebut mahal ?
Apakah mungkin aku
membelinya di sini,
ataukah mereka hanya
menjualnya di Arab Saudi saja ? Kesulitan apa
sajakah yang engkau
alami, dengan
keberadaanmu sebagai
seorang muslim di
komunitas yang bukan Islami ?”
Setelah wartawan itu
menjawab sebisanya,
anak itu kembali
berbicara dan
menceritakan tentang beberapa hal berkenaan
dengan kawan-kawannya,
atau gurunya, sesuatu
yang berkenaan dengan
makan atau minumnya,
peci putih yang dikenakannya, ghutrah
(surban) yang dia
lingkarkan di kepalanya
dengan model Yaman,
atau berdirinya di kebun
umum untuk mengumandangkan adzan
sebelum dia sholat.
Kemudian ia berkata
dengan penuh
penyesalan, ”Terkadang
aku kehilangan sebagian sholat karena
ketidaktahuanku tentang
waktu-waktu sholat.”
Kemudian wartawan itu
bertanya pada sang
bocah, ”Apa yang membuatmu tertarik pada
Islam ? Mengapa engkau
memilih Islam, tidak yang
lain saja ?” Dia diam
sesaat kemudian
menjawab. Bocah itu diam sesaat
dan kemudian menjawab,
”Aku tidak tahu, segala
yang aku ketahui adalah
dari yang aku baca
tentangnya, dan setiap kali aku menambah
bacaanku, maka semakin
banyak kecintaanku”.
Wartawab bertanya
kembali, ”Apakah engkau
telah puasa Ramadhan ?” Muhammad tersenyum
sambil menjawab, ”Ya,
aku telah puasa
Ramadhan yang lalu
secara sempurna.
Alhamdulillah, dan itu adalah pertama kalinya
aku berpuasa di
dalamnya. Dulunya sulit,
terlebih pada hari-hari
pertama”. Kemudian dia
meneruskan : ”Ayahku telah menakutiku bahwa
aku tidak akan mampu
berpuasa, akan tetapi
aku berpuasa dan tidak
mempercayai hal
tersebut”. ”Apakah cita-citamu ?”
tanya wartawan
Dengan cepat
Muhammad menjawab,
”Aku memiliki banyak
cita-cita. Aku berkeinginan untuk pergi
ke Makkah dan mencium
Hajar Aswad”.
”Sungguh aku perhatikan
bahwa keinginanmu untuk
menunaikan ibadah haji adalah sangat besar.
Adakah penyebab hal
tersebut ?” tanya
wartawan lagi.
Ibu Muhamad untuk
pertama kalinya ikut angkat bicara, dia
berkata : ”Sesungguhnya
gambar Ka’bah telah
memenuhi kamarnya,
sebagian manusia
menyangka bahwa apa yang dia lewati pada saat
sekarang hanyalah
semacam khayalan,
semacam angan yang
akan berhenti pada
suatu hari. Akan tetapi mereka tidak mengetahui
bahwa dia tidak hanya
sekedar serius,
melainkan mengimaninya
dengan sangat dalam
sampai pada tingkatan yang tidak bisa dirasakan
oleh orang lain”.
Tampaklah senyuman di
wajah Muhammad
’Abdullah, dia melihat
ibunya membelanya. Kemudian dia
memberikan keterangan
kepada ibunya tentang
thawaf di sekitar Ka’bah,
dan bagaimanakah haji
sebagai sebuah lambang persamaan antar sesama
manusia sebagaimana
Tuhan telah menciptakan
mereka tanpa
memandang perbedaan
warna kulit, bangsa, kaya, atau miskin.
Kemudian Muhammad
meneruskan,
”Sesungguhnya aku
berusaha mengumpulkan
sisa dari uang sakuku setiap minggunya agar
aku bisa pergi ke Makkah
Al-Mukarramah pada
suatu hari. Aku telah
mendengar bahwa
perjalanan ke sana membutuhkan biaya 4
ribu dollar, dan sekarang
aku mempunyai 300
dollar.”
Ibunya menimpalinya
seraya berkata untuk berusaha menghilangkan
kesan keteledorannya,
”Aku sama sekali tidak
keberatan dan
menghalanginya pergi ke
Makkah, akan tetapi kami tidak memiliki cukup uang
untuk mengirimnya dalam
waktu dekat ini.”
”Apakah cita-citamu yang
lain ?” tanya wartawan.
“Aku bercita-cita agar Palestina kembali ke
tangan kaum muslimin. Ini
adalah bumi mereka yang
dicuri oleh orang-orang
Israel (Yahudi) dari
mereka.” jawab Muhammad
Ibunya melihat
kepadanya dengan
penuh keheranan. Maka
diapun memberikan
isyarat bahwa sebelumnya telah terjadi
perdebatan antara dia
dengan ibunya sekitar
tema ini.
Muhammad berkata, ”Ibu,
engkau belum membaca sejarah, bacalah sejarah,
sungguh benar-benar
telah terjadi
perampasan terhadap
Palestina.”
”Apakah engkau mempunyai cita-cita
lain ?” tanya wartawan
lagi.
Muhammad menjawab,
“Cita-citaku adalah aku
ingin belajar bahasa Arab, dan menghafal Al
Quran.”
“Apakah engkau
berkeinginan belajar di
negeri Islam ?” tanya
wartawan Maka dia menjawab
dengan meyakinkan :
“Tentu”
”Apakah engkau
mendapati kesulitan
dalam masalah makanan ? Bagaimana engkau
menghindari daging
babi ?”
Muhammad menjawab,
”Babi adalah hewan yang
sangat kotor dan menjijikkan. Aku sangat
heran, bagaimanakah
mereka memakan
dagingnya. Keluargaku
mengetahui bahwa aku
tidak memakan daging babi, oleh karena itu
mereka tidak
menghidangkannya
untukku. Dan jika kami
pergi ke restoran, maka
aku kabarkan kepada mereka bahwa aku tidak
memakan daging babi.”
”Apakah engkau sholat di
sekolahan ?”
”Ya, aku telah membuat
sebuah tempat rahasia di perpustakaan yang aku
shalat di sana setiap
hari” jawab Muhammad
Kemudian datanglah
waktu shalat maghrib di
tengah wawancara. Bocah itu langsung
berkata kepada
wartawan,”Apakah
engkau mengijinkanku
untuk mengumandangkan
adzan ?” Kemudian dia berdiri dan
mengumandangkan
adzan. Dan tanpa terasa,
air mata mengalir di
kedua mata sang
wartawan ketika melihat dan mendengarkan bocah
itu menyuarakan adzan.
Suhanallah.
jika berkenan jangan lupa koment ato share dan terima kasih atas kunjunganya

Bagikan ke Facebook Bagikan ke Twitter

Komentar

40 tanggapan untuk "(kisah nyata) Kisah Mengharukan Anak Amerika Yang Masuk Islam"

Jongos pada 02:20 PM, 09-Dec-11

mantap bos artikelnya..lanjutt

Hasby pada 05:09 PM, 09-Dec-11

Wah dapat hidayah juga tu bocah.

Adgung pada 05:14 PM, 09-Dec-11

masuk, surga pasty sob,



kalo, berkenan kunjung blik ya. biggrin

Asura Danisuke | MWB Netralizer pada 06:46 PM, 09-Dec-11

Mantaaaaaap

nyobie pada 07:08 PM, 09-Dec-11

anak.e sopo y. .

fin788™ pada 01:52 AM, 10-Dec-11

Met Malam Sob, woow hebat


Mampir yah ke..
fin788 m_Blog
http://fin788.pun.bz

Jimus pada 03:02 AM, 10-Dec-11

subhanallah

Awankoplak pada 03:19 AM, 10-Dec-11

knjng dni hari..mg brknan. smile

Denni pada 01:58 PM, 10-Dec-11

sory telat kang, absen + nyimak aja

Syiar muslim (Khaira ummah) pada 05:49 PM, 10-Dec-11

Allahuakbar sungguh kisah yg bgtu indah shbt. Allah menurunkan hidayah-Nya disana .smga Anak it mjd awal bkmbgny islam di amerika.amin amin amin jazakumullah . smile

Randryant pada 08:22 PM, 11-Dec-11

warax@ thax infonya sobsmile
nyobie@ anake mboknemrgreen

BLACK LIONESS pada 09:40 AM, 12-Dec-11

subhanallah...hidayah bisa saja didapatkan oleh siapapun, bahkan untuk seseorang yang sepertinya mustahil.

thx udah share

Anansyah pada 11:44 PM, 12-Dec-11

mampir mlm sob sip mksh info smile smg anak itu menjdi muslim sejati dan trcapai smua cita2nya

nathasya pada 12:08 AM, 13-Dec-11

repost biggrin itu artikel dr 19 september 2010. Klo bkin artikel jgn lupa taroh sumber juga :p ckikikik.. biggrin

BLACK LIONESS pada 10:42 AM, 13-Dec-11

mampir lg sob

meteora pada 01:18 AM, 14-Dec-11

kisah yg paling mengesankan. 8) folbek sob

BLACK LIONESS pada 10:06 AM, 14-Dec-11

kunjungan yg kesekian kalinya sob, met pagi aja

Anti-wewewe.mywapblog.com pada 11:05 PM, 14-Dec-11

WASPADALAH TEMAN2 SEMUA,KEPADA BLOG YANG SESAT DAN MENYESATKAN GENERASI BANGSA,HANCURKAN BLOG wewewe.mywapblog.com

BLACK LIONESS pada 10:05 AM, 15-Dec-11

haha...ada juga di sini

+[val3nt]+ pada 02:44 PM, 16-Dec-11

hadir kembali sob,dari libur yg panjang dan melelahkanmrgreen

+[val3nt]+ pada 02:44 PM, 16-Dec-11

hadir kembali sob,dari libur yg panjang dan melelahkanmrgreen

Ifin poetra pada 08:04 PM, 16-Dec-11

Tidak hanya wartawan itu gan,ane pun jg meneteskan air mata pas baca endingnya. .keren gan postingannya

Ahmadzen pada 04:02 PM, 17-Dec-11

kunjungan perdana sob,ditunggu kunbalnya.link agan udah ana follow

Arievk pada 08:29 AM, 27-Dec-11

Kunjungan pertama ,ijin nyimak sob.
Jika bersedia mohon kunjung balik + follow

Bebexbelajar pada 05:55 PM, 23-Jan-12

kunjungan pertama gan........

Suratno pada 09:09 PM, 06-Apr-12

Semoga aku juga termasuk orang yang di beri hidayah amin@ aku malu terhadap anak itu? Aku sebagai muslim belum bisa lebih mencintai agamaku?

Dany pada 04:04 PM, 10-May-12

tingkatkan lg bro........
jgan berhentidstu aja.......

dian pada 09:44 AM, 11-May-12

artikelnya keren abiizz..semoga anakku nanti pas dah besar juga soleh seperti anak itu. amin....

cahaya samedamarRTamaji pada 06:44 PM, 11-May-12

subhanallah..
Allahu akbar..

Sultanalaudin pada 04:17 AM, 23-Jun-12

Sesungguhnya semua itu adalah rencana Allah dan Dia membimbingnya dengan kemudahan dan memberikan keimanan yang kuat kepada anak itu.Semoga dia berumur panjang dan Allah akan membesarkan Islam di Amerika khususnya dengan menampilkan ribuan/jutaan Muhammad2 kecil lain....Amin

Panji a pada 11:48 PM, 11-Aug-12

Kisah nya sangat menyentuh...
Gara" baca kisah ini,,ane jadi pngen lebih mendalami agama ane (islam)..

Ryiana pada 10:21 PM, 14-Aug-12

Mdah2an cta2 ank itu trcpai..Amin ya rob.

Thanks ea dach share.

Axelo pada 01:34 PM, 18-Aug-12

Ya allah, semoga anak hamba seperti ia.

aku pada 03:12 PM, 28-Aug-12

subhanallah,,,

seya arf pada 12:34 PM, 08-Oct-12

gan, ane izin fost ya.
gak ada yang ane rubah gan...

unha pada 04:04 PM, 15-Oct-12

subhanallah...

takjub bc endingx...air mata ku menetes jadix.
semoga cita2x tercpai.amiin...amiiin...amiin ya rabbal alamiin

Sulthan Vespa Rasta pada 11:10 PM, 21-Oct-12

izin untk berbagi ..

Yulia Asnita pada 05:03 PM, 30-Oct-12

Subhanallah anak kecil saja sudah mampu berbuat yang seharusnya (y)

anti pada 05:30 AM, 12-Dec-12

subhanalloh....
walaupun pada saat itu ia masih kecil sungguh keingintahuannya tentang islam sangat luar biasa...bagaimana sekarang yah disaat usianya telah 22 tahun (lahirnya 1990 bukan)..apakah semua cita2nya tlah terwujud???
kuasa Allah tiada tandingannya.

TAMSIR pada 02:13 PM, 04-Mar-13

terima kasih banget, motivasi buat kami yang tua-tua. Ihdinas-shirotol mustaqiim. amiin

Langganan komentar: [RSS] [Atom]

Komentar Baru

[Masuk]
Nama:

Email:

Komentar:
(Beberapa Tag BBCode diperbolehkan)

Kode Keamanan:
Aktifkan Gambar